Apa Itu USB Type C? Penjelasan Lengkap Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian USB Type C - Mengenal USB Type C, teknologi yang dapat menghubungkan elektronik seperti Komputer Dekstop, Laptop/MacBook, Komputer Tablet, Smartphone dan perangkat elektronik lainnya. Pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah Universal Serial Bus atau disingkat USB. Sebelum dibuatnya USB, orang - orang dulu menggunakan berbagai macam port yang berbeda untuk perangkat komputer seperti mouse, keyboard, printer, dan lainnya.

Bahkan untuk beberapa brand printer memiliki masing - masing port yang berbeda. Dan pada awal 1996, USB 1.0 secara resmi diluncurkan dan kemudian menjadi awal pengembangan USB untuk USB Type-C saat ini. Hingga akhirnya, pada tahun 1994, sekelompok tujuh perusahaan, yaitu Compaq, DEC, IBM, Intel, Microsoft, NEC dan Nortel, mulai membangun teknologi USB.
Pengertian USB Type C

Nah, jika anda memiliki perangkat elektronik dan ingin menghubungkannya dengan perangkat elektronik lainnya, kemungkinan besar anda akan menggunakan teknologi USB. Dari komputer Desktop ke Smartphone, USB Flash Drive ke Laptop, USB merupakan standar untuk menghubungkan sesama perangkat elektronik.

MacBook dan Apple terbaru telah menggunakan Port tunggal USB Type-C yang mana tidak hanya berfungsi agar bisa terhubung ke semua perangkat, tetapi juga untuk memberi Power (Daya). Diawal tahun 2016, HTC 10 dan LG G5 telah memasukkan USB Type-C ke dalam desainnya dan kemudian diikut beberapa Vendor Smartphone lainnya.

Lalu apa itu USB Type-C dan apa yang membuatnya lebih baik dari pendahulunya ? Kali ini saya akan membahas mengenai penjelasan apa itu USB Type C, apakah Anda sudah tahu? jika belum Yuk simak penjelasan lebih dalam mengenai pengertian USB type C bisa anda membacanya dibawah ini.

Pengertian USB Type C


Pertama kali diumumkan USB Type C pada tahun 2014, USB Type C merupakan inovasi baru dari perangkat USB, dengan jumlah 24 pin pada konektor memungkinkan untuk melakukan pertukaran data dan energi. 

USB Type C hanya memiliki satu jenis ukuran yang mana artinya tidak ada jenis micro atau mini port. Ukurannya pun hanya sedikit lebih besar dari konektor micro-B, dengan lebar 8.3 mm dan tinggi 2.5 mm. Meskipun dengan ukuran yang kecil namun USB Type C mampu menghantarkan tenaga sebesar 100 watt, sehingga mampu digunakan sebagai charger. 

Selain itu, USB Tipe C juga mendukung berbagai protokol menggunakan "mode alternatif", yang memungkinkan Anda untuk menggunakan HDMI, VGA, port keluaran, dan adaptor jenis koneksi lainnya menggunakan satu port USB.


USB Tipe C telah diterapkan pada laptop, ponsel, dan tablet terbaru. Misalnya, pada produk Macbook Air terbaru Apple menggunakan port USB Type-C. Bukan hanya sebagai koneksi pheriperalnya, tetapi juga sebagai port pengisian daya. Hanya tinggal menunggu waktu hingga konektor yang lama akan benar-benar tergantikan dengan konektor type C ini. 

Jika pada sebelumnya anda terbiasa untuk membolak-balikkan flashdisk anda (hingga menyadari bahwa sisi yang pertama adalah sisi yang benar) untuk menghubungkannya pada port USB, kini hal tersebut sudah tidak jadi masalah, karena pada USB Type C bersifat reveresible sehingga anda bebas untuk memasangnya dari sisi manapun. 

Apa Hubungan USB Type C dan USB 3.1


Mungkin sebagian dari anda mengira bahwa USB Type C itu adalah USB 3.1 terlebih karena kedua USB tersebut di kembangkan pada waktu yang hampir sama. Tetapi USB Tipe C sangat berbeda dari USB 3.1. 

USB 3.1 adalah sebuah standar versi USB yang mana memiliki lebar bandwidth sebesar 10 Gbps. Sedangkan USB Type C adalah sebuah standar bentuk konektor. Dan itu bisa berupa drive USB tipe C yang menggunakan teknologi USB 2.0 atau USB 3.0. Seperti halnya dengan tablet Android Nokia N1 yang menggunakan USB Type C, tetapi hanya menggunakan teknologi USB 2.0. 

Untuk itu ada baiknya sebelum anda menentukan untuk membeli perangkat tertentu anda harus benar-benar memperhatikan detail dari perangkat yang anda beli. Pastikan anda membeli perangkat yang sesuai dengan harapan anda. 

Universal Serial Bus (USB) 


USB memiliki banyak versi, dan umumnya versi USB mengacu pada kecepatan dan fungsionalitas dari kabel USB, sedangkan USB Type (tipe USB) mengacu pada bentuk fisik dan pemasangan kabel dari port dan soket. 

Sebelum berbicara tentang apa itu USB Type-C, saya akan berbicara tentang pendahulunya, yaitu USB Type-A dan USB Type-B, untuk membantu Anda lebih memahami tipe. USB. 

USB Type-A

Gambar USB Type-A

USB Type-A, juga disebut USB Standard-A, adalah konektor USB klasik yang telah kita lihat sejauh ini. Konektor dengan bentuk persegi panjang tebal ini merupakan desain asli dan merupakan konektor standar yang digunakan pada banyak perangkat.

Pada kabel USB, konektor Type-A, yang juga dikenal sebagai konektor A-male, merupakan bagian yang masuk ke host, seperti Komputer. Saat berada di host, port USB (plug-in) tempat A-male dimasukkan disebut port A-female. port Type-A banyak digunakan/dipasang pada perangkat Host, termasuk komputer desktop, laptop, game konsol, media player dan sebagainya.

Versi USB yang berbeda termasuk USB 1.1, USB 2.0 dan USB 3.0 memiliki desain yang sama dengan USB Type-A. Yang berarti Konektor Type-A selalu kompatibel dengan Port Type-A meskipun jika perangkat dan host menggunakan versi USB yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah Hardisk eksternal USB 3.0 juga berfungsi bilang menggunakan port USB 2.0, dan begitu pula sebaliknya.

Demikian pula, perangkat elektronik kecil seperti mouse, keyboard atau adapter jaringan dengan kabel USB selalu menggunakan konektor Tipe A. Ini juga berlaku untuk gadget nirkabel, seperti stik USB dan Bluetooth.

Konektor dan port USB 3.0 memiliki pin lebih banyak daripada USB 2.0. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan daya output yang lebih tinggi. Namun pin-pin ini diatur agar tidak mengganggu kecocokan dengan USB versi lama secara fisik.


Ada juga beberapa variasi tipe-A termasuk Mini Type-A dan Micro Tipe-A, namun tidak pernah diadopsi secara luas karena memiliki tipe soket USB yang berbeda pada kebanyakan perangkat host. Sekarang variasi Type-A ini sudah ditinggalkan.

Tidak selalu terjadi bahwa apa pun yang Anda colokkan akan berfungsi dengan baik, karena standar baru USB juga mengantarkan lebih banyak power, yang mungkin diperlukan oleh perangkat yang Anda colokkan, namun sebagian besar berfungsi dengan baik.

USB Type-B

Gambar USB Type-B

Biasanya, konektor Type-B adalah ujung lain dari kabel USB standar yang dihubungkan/dicolokkan ke perangkat peripheral (seperti printer, telepon, atau hardisk eksternal). Hal ini juga dikenal sebagai Type B-male. Pada perangkat periferal, Port USB disebut sebagai Type B-female.

Karena perangkat peripheral bervariasi dalam bentuk dan ukuran, Konektor Type-B dan Port-nya masing-masing juga memiliki berbagai macam desain. Hingga saat ini, ada lima model port dan konektor USB Tipe B yang populer. Dan karena ujung kabel USB Tipe A identik, ujung Type B digunakan untuk menentukan nama kabel itu sendiri.

Jenis-jenis USB Type-B:


  • Standar Asli (Standard-B): desain ini pertama kali dibuat untuk USB 1.1 dan juga digunakan pada USB 2.0. Standard-B sebagian besar digunakan untuk menghubungkan perangkat peripheral besar, seperti printer atau scanner ke komputer.
  • Mini-USB (atau Mini-B USB): Bentuk lebih kecil, Port Mini-USB Type-B bisa ditemukan dalam perangkat portable yang lebih tua, seperti kamera digital, smartphone, dan drive portabel yang lebih tua. Sekarang desain ini hampir ditinggalkan.
  • Micro-USB (atau Micro-B USB): Sedikit lebih kecil dari Mini-USB, Port Micro-USB Type-B saat ini tengah digantikan oleh USB Type-C, seperti pada port/colokan pengisian Daya dan Data untuk smartphone terbaru dan tablet.
  • Micro-USB 3.0 (atau Micro-B USB 3.0): Micro-USB 3.0 merupakan desain terluas dan sebagian besar digunakan untuk Drive portable USB 3.0. Biasanya, ujung kabel Type-A berwarna biru.
  • Standar-B USB 3.0: Desain ini sangat mirip dengan standar-B, namun dirancang untuk menangani kecepatan USB 3.0. Biasanya, kedua ujung kabel berwarna biru. 

Sebenarnya masi ada jenis lain, namun kurang populer, seperti port dan konektor USB 3.0 Powered-B. Desain ini memiliki dua pin tambahan untuk memberikan daya tambahan untuk perangkat peripheral. Selain itu, ada port Micro Tipe-AB yang terbilang langka, memungkinkan perangkat berfungsi, baik sebagai host atau perangkat peripheral.

USB Eksklusif


Tidak semua perangkat menggunakan kabel USB standar yang disebutkan di atas. Sebaliknya, beberapa diantaranya menggunakan desain eksklusif di bagian port dan konektor Type-B.

Contoh yang paling dikenal dari perangkat ini adalah iPhone dan iPad, dimana ada 30 pinatau konektor lightning yang ditempatkan diujung Type-B. Sedangkan ujung Type-A masih menggunakan ukuran standar.
Gambar USB Eksklusif

Versi USB


Hal terakhir yang perlu Anda ketahui sebelum membahas USB Type-C adalah versi USB. Disini saya akan mulai membahas dari versi yang paling awal.

USB 1.1: Dirilis pada bulan Agustus 1998, ini merupakan versi USB pertama yang diadopsi secara luas (secara teknis, versi pertama adalah 1.0 namun tidak berhasil masuk ke pasar). Versi ini memiliki kecepatan maksimal 12 Mbps (meskipun dalam banyak kasus hanya mencapai 1.2 Mbps). Versi ini sudah hampir tidak digunakan lagi.

USB 2.0: Dirilis pada bulan April 2000, versi ini memiliki kecepatan maksimal 480 Mbps dalam mode Hi-Speed, atau 12 Mbps dalam mode Full-Speed. Saat ini memiliki kekuatan output maksimal 5V, 1.8A dan kompatibel dengan USB 1.1.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi RAM Di Komputer dan Gadget (Lengkap)

USB 3.0: Dirilis pada bulan November 2008, USB 3.0 memiliki kecepatan maksimal 5 Gbps dalam mode SuperSpeed. Port USB 3.0 (dan konektor) biasanya berwarna biru. USB 3.0 kompatibel dengan USB 2.0 dan port yang dapat mengalirkan daya hingga 5V, 1.8A. versi ini juga kadang-kadang disebut sebagai USB 3.1 Gen 1.

USB 3.1 (kadang-kadang disebut sebagai USB 3.1 Gen 2): Dirilis pada 26 Juli 2013, USB 3.1 dua kali lipat lebih cepat dari USB 3.0, yaitu 10 Gbps (sekarang disebut SuperSpeed+ atau SuperSpeed USB 10 Gbps). USB 3.1 support dengan USB 3.0 dan USB 2.0.

USB 3.1 memiliki tiga profil daya (menurut USB Power Delivery Specification) dan memungkinkan perangkat yang lebih besar untuk menarik daya dari sebuah host: hingga 2A di 5V (untuk konsumsi daya hingga 10W), dan opsional sampai 5A baik di 12V (60W) atau 20V (100W).

Produk pertama USB 3.1 diperkirakan akan tersedia pada akhir tahun 2016, dan sebagian besar akan menggunakan desain USB Type-C.

Kelebihan dan Kekurangan USB Type C

Kelebihan dan Kekurangan USB Type-C

Akhirnya kita masuk ke pembahasan terakhir yaitu apa itu USB Type-C dan kelebihan dan kekurangannya.

USB Type-C adalah spesifikasi USB untuk konektor reversibel-plug 24-pin kecil untuk perangkat USB dan kabel USB.

Secara fisik, port dan konektor USB Type C memiliki ukuran yang sama dengan port USB Micro-B yang disebutkan di atas. Port Type-C hanya berukuran 8.4 mm dan 2.6 mm. Yang berarti cukup kecil untuk digunakan bahkan untuk perangkat elektronik terkecil.

Dengan USB Type-C, kedua ujung kabel USB identik, yang memungkinkan penggunaannya hilir dan hilir. Anda juga tidak perlu khawatir bila posisisnya terbalik saat menyambungkannya karena berfungsi dua arah.

Sejak 2015, USB Type-C telah diadaptasi dan digunakan di banyak ponsel dan tablet. Banyak perangkat penyimpanan baru dan juga menggunakan port USB Tipe-C di atas port USB Tipe-B. Hampir semua perangkat Komputer, Laptop, dan Gadget yang mendukung USB 3.1 menggunakan port USB Type-C.


USB 3.1 memiliki kecepatan maksimal 10 Gbps dan dapat mengantarkan output daya hingga 20V (100W) dan 5A. Ketika Anda mempertimbangkan kebanyakan laptop 15 inci yang hanya membutuhkan daya sekitar 60W, ini berarti di masa depan laptop akan di-charge sama seperti men-charge telepon saat ini, melalui port USB kecilnya. Saat ini, Apple dan MacBook terbaru menggunakan port USB Type-C sebagai port power.

USB Type-C juga memungkinkan daya dua arah, jadi selain mengisi daya perangkat periferal, jika memungkinkan, perangkat peripheral juga dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat host. Dengan kata lain, Anda dapat melakukan apa pun dengan power adaptor dan kabel USB. USB Type-C juga akan secara signifikan mengurangi jumlah kabel yang saat ini dibutuhkan agar perangkat berfungsi.

Kita sudah paham mengenai pengertian USB type C namun sudah tahukah anda kelebihan dan kekurangan menggunakan USB type C? Beberapa penjelasan di atas mengarah pada kesimpulan bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan USB tipe C ini, yaitu: 

1. Ukuran Konektor yang Kecil

Apa yang membuat USB tipe C ini unggul adalah ukuran konektornya relatif kecil. Pas untuk ukuran smartphone dan dapat digunakan pada komputer atau bahkan server, sehingga tidak perlu pusing untuk memilih jenis kabel apa yang akan anda gunakan untuk menghubungkan keduanya. 

2. Mampu Menghantarkan Hingga 100 Watt

Meskipun dengan ukuran kecil, USB Tipe C dapat menyediakan listrik hingga 100W, yang tidak hanya mengisi daya ponsel cerdas, tetapi juga untuk mengisi daya laptop dengan USB Tipe C. ini Di masa depan, printer hanya akan dapat menggunakan satu kabel, yaitu USB Type C, untuk daya dan koneksi data. 

3. Bersifat Fleksibel

Dikatakan fleksibel karena hanya dengan sebuah kabel USB Type C, anda dapat menghubungkannya pada berbagai jenis perangkat dengan output VGA, display port dan bahkan untuk ethernet pun. Ini membuat USB Tipe C benar-benar universal serial bus. 

4. Bersifat reversible

Reversible disini berarti anda tidak harus membolak-balik sisi konektor untuk mencocokkannya, karena konektor USB Type C dapat dihubungkan melalui kedua sisinya tanpa harus menemukan sisi yang cocok seperti pada tipe sebelumnya. 

5. Standar Teknologi Masa Depan

Dengan berbagai keunggulan yang tersedia, dapat dipastikan bahwa konektor USB tipe C ini akan menggantikan tipe konektor lama di masa depan. Hal ini juga berlaku pada konektor jack headphone. Seperti yang dilansir di laman TrustedReviewsbahwa Intel akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk menggantikan konektor jack 3.5mm dengan konektor USB Type C.

Satu Port, Satu Kabel, Tidak Perlu Repot Lagi


Setelah membahas apa diatas tadi, mari kita lihat bagaimana teknologi terbaru USB ini di masa depan.

USB Type-C y USB 3.1 son kompatibel dengan USB 3.0 y USB 2.0. Pada koneksi USB Type-C murni, Port dan Konektor Type-A tidak lagi disertakan. Namun, Anda akan mendapatkan pencocokan tipe A dengan kabel tipe C. Di atas semua itu, akan ada adapter untuk membuat host Type-C dan perangkat bekerja dengan perangkat USB yang ada.


Ini merupaka pertama kalinya USB membutuhkan sebuah adaptor, kemungkinan hanya saat ini, dan setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. USB Implementers Forum, kelompok yang bertanggung jawab untuk pengembangan USB, mengatakan bahwa USB Type-C dirancang untuk masa depan, yang berarti rancangan ini akan digunakan untuk masa depan dan versi USB yang lebih cepat.

USB Type-C akan membutuhkan waktu beberapa tahun lagi untuk menjadi sepopuler Type-A saat ini pada sisi Host, dan ketika hal itu terjadi, maka akan menyederhanakan cara kita berinteraksi dengan Perangkat/Device elektronik.

Kenyataannya, Intel bahkan sedang mengerjakan audio standar USB (saat artikel ini ditulis) yang mungkin akan membuat audio jack 3.5 mm tidak lagi digunakan di masa depan.

Dan dengan tambahan Thunderbolt 3 saat ini, yang membuatnya menjadi USB Type-C superkonfigurasi. Nantinya, kita hanya akan membutuhkan satu jenis port dan kabel untuk menghubungkan semua perangkat peripheral dan ke sebuah komputer. Diperkirakan bahwa berkat dukungan ke USB Type-C, adopsi Thunderbolt 3 akan memulai hal yang belum terjadi dengan versi Thunderbolt sebelumnya. 

Mungkin sebagian dari anda akan merasa berat untuk move on dari tipe konektor yang lama, tapi mau tidak mau anda harus menggantinya dan mungkin akan menjadi terbiasa nantinya. Sayangnya untuk USB Type C ini memiliki kelemahan pada masalah securitynya, baru-baru ini sebuah studi menunjukkan bahwa port USB Type C rentan dalam hal keamanan. Malware seperti BadUSB dapat menyusup ke laptop Anda melalui firmware kabel tanpa sepengetahuan Anda. 

Kesimpulan 


Setelah mengetahui apa itu USB Type-C, kelebihan dan bagaimana penerapan teknologi ini di masa depan, maka bila anda membeli perangkat baru seperti Smartphone, Tablet, Laptop atau perangkat elektronik lainnya, sebaiknya Pertama periksa apakah perangkat telah mengadopsi USB Type-C atau belum. Jika belum, sebaiknya anda mencari perangkat lain yang memiliki fungsi yang sama tetapi sudah mengadopsi USB Type-C untuk keperluan kompatibilitas perangkat anda nantinya. 


Itulah pembahasan tentang pengertian USB tipe C dan kelebihan dan kekurangannya. Namun, USB Tipe C ini masih menjadi pilar karena ukurannya yang kecil, sehingga membuat perangkat lebih tipis dan mengurangi jumlah port pada perangkat dan sangat fleksibel. Bagaimana menurut anda?



Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Apa Itu USB Type C? Penjelasan Lengkap Beserta Kelebihan dan Kekurangannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel